jeudi 26 janvier 2012

Alam tak bersahabat lagi

Kemarin pagi, setelah mengantarkan kedua kawanku yang berkebangsaan China ke rumah salah satu kawan kami di Ubud, kami melanjutkan perjalanan ke sebuah desa dibalik pegunungan. Pak Boss, calon suamiku dan aku, kami bersama-sama berangkat menuju desa itu. Perjalanan dari Ubud cuaca cerah, sesampainya di sebuah pedesaan yang aku tak tau namanya, disambutlah kami dengan hujan yang tidak beraturan dan juga angin kencang. Setibanya di kawasan hutan lindung Kintamani, kabut tebal pun menyelimuti, jarak pandang tak lagi dapat diukur. Harus ekstra hati-hati dengan rute yang berkelok-kelok. Angin pun juga kencang, terlihat pepohonan berayun ke kanan dan ke kiri. Mengerikan. Berdoa dalam hati, sesekali memperingatkan calon suamiku untuk berhati-hati, sampai dia bosan dengan kata-kataku "hati-hati"... biarlah dia bosan yang pasti berdoa selamat sampai tujuan. 

Di persimpangan menuju Singaraja dan Bondalem, kami pun mengambil arah Bondalem karena memang itu tujuan kami. Masih disambut dengan angin kencang dan kabut tebal sampai di puncak pegunungan. Kabut tebal mulai berangsur-angsur berkurang ketika kami menuruni pegunungan tersebut. Telinga sudah bebal, sedikit soak. Ketika berbicara, seolah berbicara dengan diri sendiri. 

Sesampainya di persimpangan Tejakula, mobil dibelokkan ke kiri, jalanan sudah bagus sekali dibandingkan dengan kondisi 3 bulan yang lalu, lobang dimana-mana. Lancar. 

Urusan kami pun selesai. Pergi makan di sebuah restoran daerah Tejakula, dengan menu sehat, karena bahan-bahan yang digunakan, semuanya organic. Lagi ngetrend. Menyusuri jalan setapak, kanan kiri kebun pepohonan masyarakat sekitar, tentu saja jalan kaki. 500 meter dari jalan utama, sampailah kami di restoran tersebut. Restoran sebuah hotel yang terletak di tepi pantai, indah, nyaman, rindang. Serasa ingin tinggal di sana. Apalagi makanan yang disajikan enak semua... memang sih belum coba semuanya, tapi setelah mencicipi beberapa makanan yang dipilih masing-masing orang, aku yakin pasti enak.

Setelah perut terisi, kami pun lanjut perjalanan pulang ke denpasar. MasyaAllah, jalanan di sekitar hutan lindung kami lihat pepohonan bertumbangan, harus eksta hati-hati, dengan kabut yang masih tebal menyelimuti, disertai hujan dan angin. Semua berantakan. Tak diketahui apakah ada korban dalam insiden ini. Semoga tidak ada.

Alhamdulillah, kami tiba di denpasar dengan keadaan baik, masih diberi perlindungan oleh Allah SWT. 

Bagi kawan-kawan seruni yang hendak bepergian dimohon selalu waspada, mengingat badai angin masih saja berlangsung, entah sampai kapan. Dan yang pasti, berdoa sebelum bepergian.


Aucun commentaire:

Enregistrer un commentaire