dimanche 29 janvier 2012

Galau

Lagi galau? 
Kata Pak Super Mario, kalo lagi galau jangan cari kawan yang lagi galau juga, salah besar itu namanya!


Emang beneran sih, kalo pas lagi galau lebih baik carilah kawan yang bisa menghibur, yang bisa bantu ngilangin kegalauan. Kalo gak mau ketemu kawan, yaa... baca-baca, dengerin musik, nonton movie, atau ngeblog :D


Cuman perlu diinget, bacaannya jangan yang bikin tambah galau, dengerin musiknya jangan yang mendayu-dayu, nonton movie-nya pun jangan yang bikin air mata ngalir atau yang bikin jengkel. 


Galau... cari dulu apa sih penyebabnya, kok sampai bisa muncul. Faktornya banyak, bisa jadi karena :
1. Kepingin jalan-jalan sama pacar, tapi gara-gara pacar lagi sibuk futsal, batal jadinya. Solusinya, kan bisa jalan-jalan sama teman-teman. "Ya, sih, cuman maunya kan jalannya sama pacar". Ya udah, nonton pacarnya aja yang lagi main futsal, kasih semangat. 


2. Kepingin makan enak, tapi gara-gara gak punya duit, gak jadi. Solusinya, makan enak gak harus ke restoran, gak harus keluar. Apa yang ada di rumah, dinikmatin. Nah, kalo di rumah gak ada apa-apa untuk dimakan? Masa' ciiiih?? Pastinya punyalah, sedikit simpenan, entah itu telur, mie, atau roti tawar. Kan bisa diolah sendiri, bikin sandwich ala sendiri. 
Solusi lain, sisakan sedikit uang belanjamu untuk hal-hal yang gak terduga, biar gak bikin galau.


atau alasan-alasan lainnya yang cuma kalian sendiri yang tau.


Saya nulis kegalauan bukan karena saya lagi galau juga, cuma pengin berbagi aja kata-kata mutiara dari Pak Mario, kali aja bermanfaat.

jeudi 26 janvier 2012

Tips Kala Hujan Angin

Sekedar tips aja. Kalo pas hujan lebat disertai angin, sebaiknya :
1. Hindari jalan yang banyak pohon. Kalopun harus lewat, ya tetap waspada. 
2. Hindari parkir atau berteduh di bawah pohon. 
3. Jaga jarak dengan kendaraan di depan kita, dan jangan lupa nyalakan lampu kendaraan.
4. Gak perlu tergesa-gesa, jalanan licin kala hujan. 
5. Gak perlu keluar rumah, kalo tidak penting-penting banget.


Semoga berguna.

Alam tak bersahabat lagi

Kemarin pagi, setelah mengantarkan kedua kawanku yang berkebangsaan China ke rumah salah satu kawan kami di Ubud, kami melanjutkan perjalanan ke sebuah desa dibalik pegunungan. Pak Boss, calon suamiku dan aku, kami bersama-sama berangkat menuju desa itu. Perjalanan dari Ubud cuaca cerah, sesampainya di sebuah pedesaan yang aku tak tau namanya, disambutlah kami dengan hujan yang tidak beraturan dan juga angin kencang. Setibanya di kawasan hutan lindung Kintamani, kabut tebal pun menyelimuti, jarak pandang tak lagi dapat diukur. Harus ekstra hati-hati dengan rute yang berkelok-kelok. Angin pun juga kencang, terlihat pepohonan berayun ke kanan dan ke kiri. Mengerikan. Berdoa dalam hati, sesekali memperingatkan calon suamiku untuk berhati-hati, sampai dia bosan dengan kata-kataku "hati-hati"... biarlah dia bosan yang pasti berdoa selamat sampai tujuan. 

Di persimpangan menuju Singaraja dan Bondalem, kami pun mengambil arah Bondalem karena memang itu tujuan kami. Masih disambut dengan angin kencang dan kabut tebal sampai di puncak pegunungan. Kabut tebal mulai berangsur-angsur berkurang ketika kami menuruni pegunungan tersebut. Telinga sudah bebal, sedikit soak. Ketika berbicara, seolah berbicara dengan diri sendiri. 

Sesampainya di persimpangan Tejakula, mobil dibelokkan ke kiri, jalanan sudah bagus sekali dibandingkan dengan kondisi 3 bulan yang lalu, lobang dimana-mana. Lancar. 

Urusan kami pun selesai. Pergi makan di sebuah restoran daerah Tejakula, dengan menu sehat, karena bahan-bahan yang digunakan, semuanya organic. Lagi ngetrend. Menyusuri jalan setapak, kanan kiri kebun pepohonan masyarakat sekitar, tentu saja jalan kaki. 500 meter dari jalan utama, sampailah kami di restoran tersebut. Restoran sebuah hotel yang terletak di tepi pantai, indah, nyaman, rindang. Serasa ingin tinggal di sana. Apalagi makanan yang disajikan enak semua... memang sih belum coba semuanya, tapi setelah mencicipi beberapa makanan yang dipilih masing-masing orang, aku yakin pasti enak.

Setelah perut terisi, kami pun lanjut perjalanan pulang ke denpasar. MasyaAllah, jalanan di sekitar hutan lindung kami lihat pepohonan bertumbangan, harus eksta hati-hati, dengan kabut yang masih tebal menyelimuti, disertai hujan dan angin. Semua berantakan. Tak diketahui apakah ada korban dalam insiden ini. Semoga tidak ada.

Alhamdulillah, kami tiba di denpasar dengan keadaan baik, masih diberi perlindungan oleh Allah SWT. 

Bagi kawan-kawan seruni yang hendak bepergian dimohon selalu waspada, mengingat badai angin masih saja berlangsung, entah sampai kapan. Dan yang pasti, berdoa sebelum bepergian.


Ujian

Salah paham... 

Keluarga segala-galanya

Perbincangan di sore hari bersama dua teman baruku berkewarganegaraan china, di teras rumah sahabat calon suamiku, menambah wawasanku tentang dunia di luar Indonesia. Aku sama sekali tidak tau kalo di bagian utara china penduduknya beragama islam, pemahaman geografi dan sejarah aku memang gak bagus. Katanya, di sana aturannya sangat ketat. Salah satu dari temanku itu, pernah menjalin hubungan dengan seorang pria warga negara china yang beragama muslim. Baginya hubungan itu terasa berat karena kedua orangtua pacarnya menentang hubungan mereka. Akhirnya, mereka pun memutuskan tali kasihnya. Karena tidak adanya kesamaan keyakinan, dan tentu saja tidak ada yang mau mengalah.


Sebetulnya, sama saja. Di Indonesia atau di mana pun, keluarga akan (sedikit) menentang hubungan anaknya dengan orang lain yang tidak seagama - Kenapa aku letakkan kata "sedikit" dalam tanda kurung? Ya, karena ada pula keluarga yang tidak menentang akan hubungan beda agama - Pertentangan itu pun terjadi pada diriku. Tetapi, alhamdulillah, calon suamiku mengikuti ajaran yang aku anut, dan semoga dia diberi hidayah yang lebih dari Allah SWT. Aku telah bersikukuh, apa pun yang terjadi, aku tidak akan mengubah keyakinanku hanya karena cinta. Cinta dan kasihku kepada Allah SWT lebih dari segalanya. Lakum dinukum waliadin. Dan kasih sayangku kepada kedua orangtuaku pun tak akan pernah pupus. Aku tidak mau kehilangan keluargaku dan kehilangan kasih Allah SWT, itu prinsipku.


Ketika aku menceritakan awal mula aku bertemu hingga akhirnya akan naik ke pelaminan, salah satu dari mereka, Jian, meneteskan airmatanya. Kutanya, "kenapa kamu menangis?" Sambil mengusap airmatanya, dia bilang, "tidak apa-apa, aku hanya trenyuh dan senang dengan ceriteramu. Kamu benar, keluarga itu segala-galanya."


Ya, karena kepada siapa lagi kita bersandar selain Allah SWT, teman? pastinyalah kepada keluarga. 



lundi 16 janvier 2012

konsumtif.... hmmmm.....

hidup kau ini sekarang dikelilingi orang-orang yang konsumtif, hanya memikirkan uang, uang dan uang... 


terkejut aku mendengar ucapan itu wahai kekasihku dari bibir indahmu yang merah ranum seperti jambu merah mungil yang ada di depan halaman rumah kawan kecilku di desa, tempat aku dibesarkan kedua orang tuaku.
aku jadi berpikir, apa sajakah yang sudah kubeli? barang-barang apakah yang sudah membuatku menjadi konsumtif? 


oh iya, aku lupa... aku ini miss gadget... 


sejenak aku memikirkan beberapa gadgetku... handphone, ya, berkali-kali aku ganti telpon genggamku, berkali-kali pula aku ganti nomer... 
ya, ya... aku ini gak mau namanya ketinggalan jaman. ketika beberapa kawanku sudah pakai Blackberry, aku pun ingin dan aku membelinya meski produknya tak bergaransi... yang penting bisa bbm-an... yang gak penting-penting amat, hanya berisi gosipan. dan ketika kawanku ber-touch screen ria, aku pun juga ingin memilikinya meski bukan i-phone yang kupunya, yang penting aku sedikit bergaya.


sebelumnya, komputer pun aku sudah berkali-kali ganti. awalnya hanya PC yang lumayanlah spek-nya. ah, PC gak bisa dibawa ke mana-mana... laptop pemberian ayah pun akhirnya ada di depan mata... 


aduuuuh, besar amat nih laptop, berat bawanya... aku pun membeli netbook, kecil, simpel, gampang dibawa-bawa, warnanya pun sesuai dengan kesukaanku. aku pun tak lupa melengkapinya dengan gadget lainnya seperti flash disk, giganya pun gak tanggung-tanggung 16 giga. gak cuma itu, aku pun punya hard disk external 250 giga. modem juga gak ketinggalan.


tapi jangan lupa loh say, satu, kau pun juga pake barang-barangku... dan aku gak keberatan sama sekali. aku malah seneng, kamu juga gak ketinggalan jaman jadinya... hehehe...


kedua, semua gadget yang kubeli mendukung kerjaanku. aku bisa terima surat elektronik langsung dari hapeku, aku bisa kerjain proyek terjemahanku di mana pun aku berada, selama ada colokan listrik dan koneksi internetnya.


dan jangan lupa juga say, masih ada yang belum kebeli nih... dan masih perlu uang banyak lagi...


dan yang terpenting juga say, kau masih jadi kekasihku... cmiiww... dan aku gak konsumtif untuk masalah rasa, nyatanya kita sudah jalan hampir tujuh taun loh... dan belum capek.

seruni

seruni... terasa indah mendengar kata ini, begitu indah pula bunganya, meskipun di sejumlah negara di Eropa, bunga ini menjadi simbol kematian, sementara di negara lain menjadi simbol suatu kejujuran.


entah kenapa terbersit nama seruni di benakku malam ini. apakah bunga ini nantinya kan menemaniku di peraduan terakhirku? atau apakah karena aku ingin  mencurahkan semua apa yang kurasa, kulihat dan kudengar tanpa tedeng aling-aling? atau mungkin karena perasaanku yang sedang diliputi kesenangan dan pikiran-pikiran positif seperti layaknya simbol bunga ini bagi negara adidaya?


entahlah... 


apapun itu maknanya, ku hanya ingin berbagi rasa. semoga coretanku kan bisa diterima.